RASISME DI BUMI PAPUA SUDAH SUBUR DAN MASIH BERTUMBUH DI INDONESIA
Kami melihat pemberlakuan dan kejahatan oleh negara pada satuan gabungan militer indonesia, yang bertugas di papua baik kedua provinsi papua dan papua barat itu tidak berprofesional dan mandiri dalam penanganan masa demo damai hari rasisme di papua baik sorong sampai merauke, masa aksi demo di waena perumnas III, pihak TNI/POLRI di pukuli oleh ketua umum KNPB Agus Kosai kepalanya terbelah dan berdarah, dan berapa masa aksi juga dapat pukulan oleh aparat militer indonesia, pemberlakuan yang tidak manusiwi, dan tidak patut pada pancasila sila kedua : kemanusiaan yang adil dan beradab. peringati hari rasisme pada 16 agustus 2021.
Ketua umum Sinode Kigmi Tanah Papua segaligus ketua Dewan Gereja Papua Pdt. Dr. Benny Giyai bersama rombongan dari kantor Sinode Kigmi menuju jalan santai ke kantor DPR Papua, polisi hadang rombongan tokoh-tokoh agama papua, niatnya mendoakan Victor Yeimo rawat di rumah sakit dan menyampaikan kebenaran kepada negara, maka bertepatan atau pada jatuhnya HARI RASISME DI TANAH PAPUA pada 16 agustus 2021, bahwa negara memperlakukannya tidak logika, sehingga rombongan Pdt. Benny di gagalkan oleh satuan aparat gabungan militer indonesia. Pdt. Giyai menyuratkan sebelum tiga hari kemudian, mendoakan Victor dan menyampaikan kebenaran pada negara, hingga negara tidak patut pada UU nomor : 39 tahun 1998 dan Konvena nomor : 12 tahun 2005.
Hari peringati rasisme memprotes ujaran kata Monyet, kejadian yang terjadinya di malang surabaya jawa timur indonesia pada 16 agustus 2019, dua tahun belakangan ini. pagi hari aparat satuan gabungan militer indonesia di kabupaten yahukimo papua, terjadinya penangkapan masa aksi demo damai protes kata binatang, dan indonesia menstigma orang asli papua Monyet, sehingga militer indonesia tembak salah satu pemuda adalah ferinus asso 29 tahun, dan 54 orang masa demo tangkap di polres yahukimo.
Indonesia membungkamkan ruang demokrasi dan membendungkan atas perbuatan dan kejahatan negara terhadap orang asli papua, fakta dan buktinya terjadi pada 16 agustus 2021, di hadang aktivis papua merdeka dan mahasiswa/mahsiswi di jayapura papua maupun tokoh agama papua di kantor DPR Papua. perilaku negara yang di lakukan ini tidak manusiawi, pemerintah mengatakan kesejahteraan papua pada pemberantasan kemiskinan indonesia bagian timur, malah bertambahnya kejahatan negara melalui Militer Indonesia.
Source : Free West Papua
Date : 2021/08/18

